JAKARTA - Eksponen Partai Golkar yang tergabung dalam Soliditas Muda Beringin (SMB) memprotes keputusan DPD I Golkar Bali yang mencopot enam Ketua DPD tingkat II dan menggantinya dengan Pelaksana tugas (Plt).
"Banyak kalangan yang menyayangkan, hal ini terjadi tidak hanya di Pulau Bali tapi di luar Bali pun termasuk banyak tokoh di Jakarta menyayangkan hal ini," kata Koordinator SMB Golkar Bali, Wayan Sumantra Karang, dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (5/7/2019) malam.
Wayan berpendapat, keputusan DPD I Golkar Bali mencopot enam Ketua DPD tingkat II dan menggantinya dengan Plt tidak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan organisasi Partai Golkar.
"Untuk itu, kami kader muda Partai Golkar terpanggil untuk menyelamatkan Partai Golkar Bali dari perbuatan pemaksaan kehendak untuk kepentingan-kepentingan pribadi dan sekelompok orang yang bisa menimbulkan perpecahan di tubuh Partai Golkar Bali," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengungkapkan aspirasi kader di daerah yang khawatir di Plt-kan. Aspirasi itu ia terima bersamaan dengan pemberian dukungan untuk maju sebagai Ketum Golkar periode 2019-2024.
"Mereka menyampaikan, tidak ada lagi Plt-Plt, karena Plt untuk daerah menjadi momok bagi mereka selaku pimpinan partai di daerah. Aspirasi ini mereka sampaikan kepada saya, berharap ke depan tidak ada lagi Plt dan partai harus bisa mengayomi daerah dan membina daerah sebagaimana fungsi pengurus pusat," kata Bamsoet, beberapa waktu lalu.
(Rizka Diputra)