Bergabungnya Partai Oposisi ke Jokowi Jangan Hanya sebagai Politik Praktis

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Senin 08 Juli 2019 07:45 WIB
Irma Suryani Chaniago. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Irma Suryani Chaniago menekankan merapatkan partai oposisi ke Kabinet Kerja Jilid II Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan sekadar untuk kepentingan politik praktis.

"Politik memang dinamis, tetapi tentu tidak boleh juga hanya menggunakan politik praktis dan pragmatis saja atau politik kepentingan tetapi partai politik juga sebaiknya menggunakan politik etis dan elegance juga," kata Irma kepada Okezone, di Jakarta, Senin (8/7/2019).

Baca juga: Amien Rais: Kader PAN Jangan Kita Rabun Ayam karena 1 Kursi Menteri

Menurut dia, bergabungnya lawan politik merupakan hal yang sah-sah saja. Tetapi, kata dia, harga diri dan komitmen terhadap apa yang selama ini diyakini juga harus menjadi dasar pijakan pengambilan keputusan.

"Misalnya saat kampanye melakukan fitnah, SARA, dan hoaks yang TSM masak kemudian karena kepentingan kursi dijilat kembali semua yqng dimuntahkan," ucap Irma.

Baca juga: Untung-Rugi Diterimanya Partai Oposisi ke Koalisi Pemerintahan 

Ia berpandangan, rekonsiliasi adalah komitmen kebersamaan dalam membangun bangsa, tidak harus dengan bagi-bagi kursi. Mengingat, menurutnya, pemerintahan yang kuat dan amanah harus didampingi dengan oposisi yang konstruktif.

"Kursi menteri, posisi, jumlah, dan siapa itu adalah prerogatif Presiden," tutur Irma.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya