Usulan tersebut, tandas Boetje tidak semata-mata karena penilaian dan pemikiran subjektif, tetapi sekaligus untuk memenuhi amanat lembaga adat Latupati beserta para pemangku kepentingan lainnya di Provinsi Maluku," katanya.
"Kami siap bertemu Presiden Jokowi untuk menyampaikan secara langsung aspirasi rakyat Maluku. Langkah ini menjadi tekad kami. Sebab sejak era pemerintahan Orde Baru hingga saat ini, belum ada seorang pun tokoh asal Maluku yang dipercayakan menempati kursi di kabinet," katanya.
Dia menambahkan, rakyat Maluku sangat mendukung komitmen Presiden Jokowi untuk membentuk kabinet yang diisi putra-putri terbaik Indonesia profesional serta menguasai bidang-bidang strategis.
"Kami optimis Presiden Jokowi akan memenuhi aspirasi rakyat Maluku yang mengharapkan hadirnya putra Maluku sebagai pendampingnya di jajaran Kabinet Kerja," katanya.
Ditambahkannya, Presiden Jokowi pada periode pertama pemerintahannya tahun 2014-2019, sangat memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan di Provinsi Maluku.
Hal ini dibuktikan dengan kunjungannya ke Ambon ibu kota provinsi Maluku sebanyak lima kali sejak tahun 2014 baik untuk membuka kegiatan berskala nasional dan internasional maupun meresmikan proyek-proyek yang termasuk dalam prioritas nasional serta menyaksikan secara langsung kemajuan pembangunan di Kawasan Timur Indonesia.
(Salman Mardira)