Kemudian adanya tensi politik yang cenderung emosional dan irrasional, serta terjadinya fenomena pembelahan dan polarisasi sosial. Akhmad Muqowam mengatakan bahwa fenomena tersebut akan menjadi ancaman dan tantangan bangsa Indonesia yang akan menjauhkan bangsa Indonesia dari identitas sebagai sebuah bangsa yang Pancasilais.
“Kami merasa ditantang untuk menjawab persoalan tersebut, maka IKA PMII harus hadir dengan gagasan dan strategi serta mengimplementasikannya sebagai kontribusi IKA PMII kepada masyarakat, bangsa dan negara,” jelas Muqowam.
Ma’ruf Amin sendiri mengapresiasi kedatangan para tokoh nasional tersebut dan mengharapkan sumbangan pemikiran untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional ke depan. “Saya harap IKA PMII bisa membantu mewujudkan harapan bersama dalam kehidupan bernegara dan bisa menjadi perekat kembali semangat rasa kebangsaan komponen bangsa,” ucapnya.
Ma’ruf Amin juga meminta PB IKA PMII untuk responsif terhadap berbagai persoalan bangsa. “Jangan sampai tidak berkontribusi atau terlambat dalam merespon dinamika persoalan bangsa,” pungkasnya.(Adv)
(Abu Sahma Pane)