KPK Panggil Dirut PT Djakarta Lloyd Terkait Gratifikasi Bowo Sidik Pangarso

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Rabu 10 Juli 2019 10:38 WIB
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan penerimaan gratifikasi politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso (BSP). Pengusutan tersebut ditandai dengan pemeriksaan saksi dalam beberapa hari belakangan ini.

Pengusutan gratifikasi Bowo Sidik Pangarso ditelisik lewat penyidikan karyawan PT Inersia Indung (IND). Indung juga merupakan orang kepercayaan Sidik Pangarso. Untuk mengusut gratifikasi Bowo, KPK memanggil sejumlah saksi pada hari ini.

Baca Juga: Politikus Gerindra Dipanggil KPK Terkait Gratifikasi Bowo Sidik Pangarso 

Sejumlah saksi tersebut yakni, Direktur Utama (Dirut) PT Djakarta Lloyd, Suyoto; Kasubdit Dana Alokasi Khusus (DAK) Direktorat Dana Perimbangan , M Nafi; Kepala Sub Bagian Penyiapan Bahan Pimpinan Kementerian Perdagangan (Kemendag), ‎Wawan Kurniawan; serta Noviarina Purnami.

"Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IND," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2019).

 

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran yang menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK). Ketiganya, anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Baca Juga: Adik M Nazaruddin Dipanggil KPK Terkait Gratifikasi Bowo Sidik Pangarso 

Bowo Sidik diduga‎ bukan hanya menerima suap dari PT Humpuss, tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya