SEMARANG - Berhaji ke Tanah Suci Makkah menjadi ibadah yang berbeda di antara lima Rukun Islam. Selain memiliki fisik yang kuat, juga dibutuhkan biaya besar terlebih bagi warga yang tinggal jaih dari Arab Saudi.
Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, KH Muhammad Shofy Al Mubarok, menekankan pentingnya memelihara niat baik untuk berhaji. Bahkan dalam suatu riwayat disebutkan, bisa jadi pahala niat akan lebih besar daripada ibadah yang dijalankan.
"Misalnya niat baik dalam berhaji itu akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Sementara yang melaksanakan ibadah haji tapi dengan niat yang tidak baik, maka pahala ibadah hajinya justru akan kalah dengan niat yang tidak baik tadi," ujarnya.
Dia pun mengisahkan tentang seorang wali yang bersiap melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci. Dalam perjalanan, sang wali bertemu dengan seseorang yang tengah memasak. Setelah didekati, ternyata orang tersebut memasak bangkai.
"Kenapa engkau memasak bangkai? Tidak tahukah engkau bahwa makan bangkai itu haram?" tanya sang wali kepada orang tersebut.
"Ini haram untuk anda, tapi halal bagi saya," jawab orang itu.