Ubed menyebut, bila Garbi hanya mengandalkan basis massa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), faksi Fahri Hamzah tak akan mampu meraih basis massa yang banyak. Sebab, di dalam KAMMI juga ada faksi lain yang memilih jalan akademik.
"Dipimpin oleh Fitra Asril, Muhammad Najib dan Briyan Yuliarto. Mereka lebih mengakar di KAMMI faksi intelektual," katanya.
Selain itu, kata dia, di dalam tubuh PKS itu tidak mengenal loyalitas pada bekas ketua umum atau bekas presiden partai, tetapi kesetiaan kader terjadi pada kebenaran dan keadilan yang dibingkai oleh pemimpin mereka yang legal atau saat sah mendapatkan amanah.
"Anis Matta itu sudah jadi mantan, jadi tidak berlaku padanya loyalitas personal. Jadi berdirinya Garbi menjadi partai tidak akan menjadi ancaman PKS," ujar dia.
(Qur'anul Hidayat)