Sesampainya di tempat tujuan, hewan tersebut akan kembali dicek oleh petugas. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mencegah zoonosis atau penyakit ternak yang dapat menular ke manusia, misalnya saja antraks (sapi gila).
“Tak semua daerah ada penyakit antraks, hanya titik tertentu saja pernah ada kasus. Hewan yang akan digunakan untuk berkurban dari daerah yang pernah kasus harus diperiksa secara khusus, lebih ketat,” jelas Fadjar.
Lebih lanjut, ia menerangkan, ciri hewan kurban yang sehat pada umumnya lincah dan tidak demam. Selain itu fisiknya tidak ada luka alias cacat, matanya bening, tidak pucat selaput lendirnya, dan gerakannya tidak ada gangguan.
Sedangkan hewan yang perlu diwaspadai berpenyakit, memiliki ciri-ciri lemas, tak bisa berdiri, diare, demam, mengeluarkan cairan dari telinga ataupun hidung, napasnya cepat serta ada luka fisik.
(Khafid Mardiyansyah)