JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyinggung sejumlah kasus dugaan korupsi yang menyeret nama pesohor Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebut saja kasus "kardus durian" yang mengaitkan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) hingga kasus dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menyeret Imam Nahrawi.
Hal ini merupakan buntut dari "serangan" yang dilakukan anggota Dewan Syura PKB Maman Imanulhaq kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang juga kader PPP.
Baca juga: Bantah Politikus PKB, Kemenag: Kepemimpinan Lukman Hakim Menunjukkan Kemajuan
Kang Maman mengatakan parkiran Kantor Kemenag paling jelek, terlebih dengan menterinya. Pernyataan ini pun menuai kontroversi.
"Kalau ukurannya lahan parkir, di Kemenpora tempat sohibnya Kang Maman malah semerawut, kecil," kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP Indra Hakim Hasibuan ketika berbincang dengan Okezone, Senin (22/7/2019).
Baca juga: Lima Prestasi Kemenag Jawab Tudingan Politisi PKB
"Lalu, apakah itu ada korelasi dengan minimnya prestasi atlet nasional? Atau, ada korelasi dengan kasus dana hibah di Kemenpora yang sedang berurusan dengan KPK dan 'kardus durian' yang juga masih diselidiki terus oleh KPK?" sambung dia.
Selain itu, Indra juga menyinggung kinerja Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) yang tidak mampu menyelesaikan masalah pengagguran, terlebih masih ada sisa-sisa kasus "kardus durian" yang belum tuntas.
"Intinya PPP tidak pernah bernafsu mempertahankan kursi menteri agama, karena penempatan seorang menteri adalah hak prerogatif Pak Jokowi sebagai presiden. Kang Maman kelihatannya bernafsu ingin menjadi menteri agama," tegas Indra.