CARACAS - Lebih dari separuh dari 23 negara bagian Venezuela padam pada Senin (3/7), lapor Reuters dan laporan di media sosial, pemadaman yang oleh pemerintah akibat serangan elektromagnetik.
Pada Maret 2019 sejumlah wilayah negara itu juga padam, dan pemerintah yang berkuasa menyalahkan menyalahkan oposisi dan Amerika Serikat atas serangkaian pemadaman listrik yang menyebabkan jutaan orang tak bisa mengakses air dan telekomunikasi.
Pemadaman ini memperburuk krisis ekonomi Venezuela.
Menteri Informasi Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan pemadaman pada Senin disebabkan oleh "serangan elektromagnetik," tanpa memberikan bukti. Dia menambahkan bahwa pihak berwenang sedang dalam proses membangun kembali layanan.
Baca juga: Presiden Venezuela Nicolas Maduro Sebut Biaya Pembunuhan Dirinya Capai Rp284 Juta
Baca juga: Perekonomian Venezuela Runtuh, Warga Kembali ke "Sistem Barter"
Listrik teraliri ke beberapa bagian negara, lokasi bendungan pembangkit listrik tenaga air Guri - sumber sebagian besar generasi Venezuela - tetapi padam lagi, menurut saksi Reuters. Sedangkan kota Caracas masih padam.