Lagipula, lanjutnya, masyarakat sekitar selama ini seolah tidak merasa terganggu dengan kehadiran para penjaja cinta di Gang Boker.
"Udah dari lama begini, ya begini aja terbiasa. Maklum, mungkin banyak warga di sini yang hidupnya memang tergantung dari kegiatan semacam itu," sambungnya.
Meski demikian, kata Makruf, ada juga anggota lapisan masyarakat yang gerah dengan keberadaan rumah-rumah kontrakan penjaja seks.
"Ya wajarlah namanya juga hidup bermasyarakat pasti ada pro-kontra. Kalau mau bicara baik buruk ya memang seharusnya tempat semacam itu tidak ada. Tapi kenyataannya begini mau dibilang apa," pungkasnya.
(Awaludin)