Menurut Lilik, ekspedisi tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara-cara menghadapi tsunami dan bahayanya di tempat-tempat umum dan terbuka bagi seluruh masyarakat.
“Beberapa kegiatan dalam ekspedisi ini diantaranya meningkatkan kapasitas aparat desa rawan tsunami, memperkuat kesipasigaan masyarakat,” paparnya.
“(Seperti) di sekolah, tempat ibadah, pasar, permikiman rawan tsunami, penanaman pohon, pemasangan papan informasi bahaya tsunami, dan panggung ekspedisi sebagai sarana edukasi pada masyarakat,” lanjut Lilik.
Ekspedisi tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, khususnya daerah yang rawan gempa dan tsunami. Maka dari itu, BNPB pun melakukan kegiatan itu dengan ke 584 desa gempa dan tsunami.
(Khafid Mardiyansyah)