Pemberian antibisa secara cepat dikatakan Jessi dapat mengobati gigitan ular jenis ini, dan korban usai terkena gigitan diperingatkan untuk tidak melakukan reaksi apapun.
"Tidak menggerakkan anggota tubuh yang tergigit agar racun atau bisa ular tidak semakin terpacu masuk ke dalam darah," kata Jessi.
Death adder menempati urutan keempat ular paling berbisa di dunia, dan disebut paling berbahaya. Karena, racun yang keluarkan bereaksi sangat cepat jika tidak langsung mendapatkan perawatan.
Death adder atau nama ilmiahnya Acanthopis memiliki morfologi yang sangat mirip dengan beludak, bertubuh pendek dan gemuk, kepala berbentuk kapak, sisik-sisik diatas kepala berukuran kecil, mata memiliki pupil vertikal dan taring berukuran panjang.
Ular ini menyerang mangsanya secepat kilat. Serangan death adder adalah salah satu gaya serangan ular tercepat di dunia dengan waktu kurang dari 0,15 detik saja.
(Rizka Diputra)