Hasto menambahkan, seharusnya peran partai tidak melakukan tekan-menekan dalam penyusunan kabinet. Peran partai semestinya melakukan strategi mobilisasi rakyat, bukan justru "mengembosi" hak prerogratif Presiden dalam memilih para menterinya.
"Seharusnya tidak ada tekan-menekan di dalam penyusunan hal itu. Kalau kita bicara tentang peran partai di dalam memenangkan Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin, peran partai itu lebih upaya strategi memobilisasi rakyat. Tapi bukan peran itu kemudian meniadakan hak prerogatif presiden," ujarnya.
Baca Juga: Airlangga Kantongi Nama Calon Menteri yang Akan Disodorkan ke Jokowi
Hasto mempercayai, Jokowi menyusun kabinet dalam sunyi dan akan menghasilkan sosok-sosok kabinet berkaliber nasional dan internasional. "Sehingga kabinet Jokowi, (yang disebut) ibu Mega disebut the dream team kabinet yang mampu menyelesaikan krisis dimensi saat itu," ujarnya.
(Arief Setyadi )