Jadi Menteri untuk Melayani, Bukan Mengeruk Kekayaan & Bermewah-mewahan

Fahreza Rizky, Jurnalis
Jum'at 02 Agustus 2019 10:22 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Para menteri yang duduk di Kabinet Kerja jilid II haruslah memiliki integritas dan sifat sederhana dalam mengemban tugas negara. Demikian disampaikan pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin.

Menurut dia, sejatinya jabatan menteri adalah pelayan masyarakat, sehingga tidak perlu menampilkan diri bermewah-mewahan.

"Banyak menteri yang terkena korupsi, karena para menteri tidak jujur," kata Ujang saat berbincang dengan Okezone di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Baca juga: Pengamat: Gerindra Alami "Turbulensi" Politik & Rugi Besar jika Masuk Kabinet

Ujang menambahkan, jika seorang menteri tidak mampu menjaga integritasnya, maka niscaya kementerian yang dipimpinnya akan hancur. Di sisi lain, sikap sederhana juga harus dipraktikkan para menteri dalam kesehariannya.

Dengan begitu kata dia, tidak akan terjadi penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Baca juga: Gerindra Bantah Sodorkan Nama Kadernya ke Jokowi

"Karena jadi menteri bukan untuk gagah-gagahan. Bukan untuk mengeruk kekayaan, dan bukan pula untuk bermewah-mewahan. Menjadi menteri itu untuk melayani," tuturnya.

Sekadar informasi, hingga kini presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) sedang menyusun format kabinet untuk periode keduanya. Sejumlah nama calon menteri mulai disodorkan oleh parpol pengusung. Jokowi memiliki hak prerogatif untuk memilih nama-nama terbaik dari usulan yang ada.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya