Oei Tjoe Tat, Loyalis Soekarno Pembela Hak Etnis Tionghoa

Wijayakusuma, Jurnalis
Sabtu 03 Agustus 2019 10:01 WIB
Oei Tjoe Tat (foto: wikipedia)
Share :

Dalam buku yang berjudul "Memoar Oei Tjoe Tat, Pembantu Presiden Soekarno" yang ditulisnya sendiri, Oei membeberkan bagaimana proses dirinya bisa menjadi menteri. Saat itu diceritakan pasukan Cakrabirawa meneleponnya untuk datang ke Istana Bogor menemui Presiden, tanpa diberitahu duduk perkaranya. Dengan dipenuhi rasa cemas dan penasaran, Oei kemudian mendatangi istana dan mendapat "wawancara khusus" dengan Presiden.

Dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan Bung Karno saat itu, Oei mengaku seperti sedang diuji. Dan saat ia diminta untuk menjadi Menteri Negara membantu presiden dan presidium (Dr. Subandrio, Dr. Leimena, dan Chaerul Saleh), Oei yang terkejut spontan menjawab dengan kata-kata polos, "mengagetkan, tak perah saya impikan dan inginkan".

Rupanya jawaban Oei tersebut tak berkenan bagi Bung Karno, yang kemudian memberondongnya lagi dengan beberapa pertanyaan untuk menguji loyalitasnya sebagai kader Partindo dan lainnya. Hingga akhirnya Oei pun menerima amanat Presiden dan menjadi etnis Tionghoa pertama yang menduduki posisi menteri.

Tak lama setelahnya, Oei kembali membuat Bung Karno geram dengan pertanyaan, apakah dirinya perlu mengganti nama usai menjabat sebagai menteri. Lalu dengan nada berapi-api Bung Karno menjawab, "Wat? Je bent toch een Oosterling? Heb je gen respect meer voor je vader, die je die naam heft gegeven?" (Apa? Kamu kan orang Timur? Apa kamu sudah kehilangan hormat pada ayahmu, yang memberi kamu nama itu?).

Jawaban Presiden membuat Oei menangkap, bahwa Bung Karno bukanlah seorang rasialis atau asimilasionis. Hal inilah yang membuatnya semakin mengagumi sosok Bung Karno.

Seiring waktu, Oei Tjoe Tat pun menjadi orang kepercayaan Presiden. Di tahun 1964 ia mendapat tugas khusus untuk melobi berbagai pihak, saat Indonesia berkonfrontasi dengan Malaysia. Oei lalu melakukan penyelidikan secara rahasia dan sangat berbahaya.

Saat konfrontasi masih berlangsung, Indonesia mengalami peristiwa Gerakan Satu Oktober (Gestok) 1965, yang berujung pada pembantaian massal para simpatisan PKI dan Bung Karno. Berbagai analisis terkait pembantaian terlontar pada saat Sidang Kabinet 6 Oktober di Bogor. Tanggal 11 November mulai ada aksi demonstrasi untuk mengadili mereka yang terlibat dalam peristiwa G 30 S. Nama Oei Tjoe Tat menjadi salah satu yang dicatat demonstran.

Sampai akhirnya keluarlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada tanggal 11 Maret 1966. Keesokan harinya, Oei Tjoe Tat bersama 14 orang menteri Kabinet Dwikora, ditahan oleh Soeharto. Penahanan ini sebagai aksi bersih-bersih (de-Soekarnoisasi) oleh rezim orde baru. Tanpa melalui proses peradilan, Oei ditahan selama satu dekade hingga 1976 dengan tuduhan terlibat makar. Setahun kemudian Oei pun dibebaskan setelah muncul desakan dari berbagai pihak termasuk petinggi orde baru, Adam Malik.

Usai menghirup udara bebas, Oei melakoni profesi sebagai pengacara yang mendapat pengawasan ketat rezim orde baru, sebagaimana mantan tahanan politik yang lain. Saat diwawancarai oleh Mayjen EJ Kanter perihal pilihan politiknya, Oei menyatakan akan terus berada di belakang Soekarno. Sedikit pun tak terbersit rasa penyesalan di benaknya. Ia akan tetap berpegang teguh pada kebenaran dan kejujuran.

Tahun 1992, Oei harus menjalani serangkaian operasi akibat gangguan prostat dan saluran kemih yang dideritanya. Lalu di tahun 1995, Oei menerbitkan memoar yang berisi kiprah politiknya selama era Bung Karno, serta tragedi yang menimpanya. Tulisan Oei tersebut dianggap mengusik rezim orde baru sehingga dilarang peredarannya.

Setelah berjuang melawan prostat selama kurang lebih 4 tahun, Oei Tjoe Tat akhirnya wafat pada 26 Mei 1996. Soekarnois itu tetap konsisten berpegang pada pendirian dan keteguhan hati hingga akhir hayatnya. Tak hanya loyalitas kepada Bung Karno, tapi juga kesetiaannya untuk membela hak-hak kaum Tionghoa.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya