"Waktu itu pun ada jaminan bahwa tidak terjadi (MRT berhenti beroperasi) karena memang tidak terbayang, dua-duanya (pemasok listrik) mati," ujar Anies.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menerangkan bahwa, pemadaman listrik pada akhir pekan lalu jadi pembelajaran bagi pihaknya. Pasalnya, Pemprov DKI hanya memiliki pasokan listrik cadangan yang hanya bisa digunakan untuk keamanan dalam kondisi darurat, bukan untuk menjalankan kereta MRT.
"MRT punya back up untuk safety, sehingga lampu kereta berfungsi, seluruh pintu berfungsi, seluruh kegiatan untuk safety itu tidak terganggu. Ada back up-nya, tapi memang bukan back-up untuk tetap menjalakan seluruh operasi," ucap Anies.
(Qur'anul Hidayat)