Baca Juga: PDIP: Kami Tak Sodorkan Secarik Kertas Berisi Nama Menteri ke Jokowi
Mega lantas menyingung Pancasila dan gotong royong yang telah menjadi falsafah bangsa Indonesia. Di mana nama tak lagi penting. "Masak enggak boleh namanya Aseng, Ahok, Badu? Kalau dia WNI ya sudahlah," tuturnya.
"Ada yang bilang jangan panggil Pak Ahok lagi, memang namanya dia begitu, terus masak enggak boleh manggil? Masak jadinya Pak Purnama apa kabar?" cetetuk Mega yang mengundang tawa peserta, termasuk Ahok tentunya.
(Angkasa Yudhistira)