Bersamaan dengan penancapan bendera, pekik merdeka spontan diterikan para pemulung diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pembacaan teks Proklamasi. Kemudian, ditutup dengan pembacaan doa serta harapan mereka di hari kemerdekaan.
Inisiator acara pengibaran bendera merah putih di TPA Suka Sari, Kiswadi Agus mengatakan, meski profesi mereka adalah pemulung sampah, namun mereka pun punya hak untuk merayakan kemerdekaan dengan cara mereka sendiri.
"Mereka juga saudara kita para pemulung ini. Bagian dari masyarakat Indonesia. Ada pesan yang ingin disampaikan di hari kemerdekaan ini. Jangan lupakan kami. Mungkin secara materi meraka belum beruntung namun pasti mereka beruntung di sisi yang lain," kata Kiswadi kepada Okezone, Sabtu (17/8/2019).
Menurut Agus, pemulung ini adalah pejuang bagi keluarganya, yang harus mendapat perhatian dari pemerintah. "Banyak diantara mereka sulit mengakses jaminan kesehatan maupun sosial, karena tidak terdata dengan baik. Pemerintah harus menghargai mereka," ujar Agus