JAKARTA - Aiptu Agus Sumarsono, petugas piket di Mapolsek Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, yang mengalami serangan oleh tersangka teror berinisial IM, 30, pada Sabtu, 17 Agustus 2019, langsung mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Polri.
"Saya sudah menyampaikan untuk berikan kenaikan pangkat luar biasa kepada anggota terluka," ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian ditemui saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-69 Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) di Jakarta, Minggu, (18/8/2019).
Sebelumnya, Polri juga memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada empat polisi yang terbakar saat mengawal aksi demo mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019). Keempat polisi tersebut yakni Aiptu Erwin, Bripda FA Simbolon, Bripda Yudi Muslim dan Bripda Anif.
Kapolri mengatakan, tersangka aksi teror berinisial IM, diketahui terpapar paham radikal akibat informasi yang didapatkannya dari internet. Kapolri menyebut tersangka mengalami self radicalism atau radikalisasi diri sendiri lewat online.
"Sementara info yang saya dapatkan dari Densus 88 maupun Polda Jatim, tersangka ini mengalami self radicalism, radikalisasi diri sendiri karena melihat online, dari gadget, internet. Ada ikuti kajian- kajian yg membuat dia akhirnya muncul pemahaman, interpretasi jihad versi dia, jihad kekerasan," ujar Kapolri.
Kapolri mengatakan, setelah mendapatkan pemahaman terkait jihad, tersangka kemudian berusaha untuk mencari sasaran dan menjadikan kepolisian sebagai target. "Polisi dianggap thogut karena bagi mereka, polisi selain thogut dianggap kafir harbi karena sering melakukan penegakan hukum kepada mereka sehingga bagi dia, melakukan serangan kepada kepolisian bisa dapat pahala menurut versi yang bersangkutan," tuturnya.