Kepala Negara mengingatkan bahwa saat ini zaman telah berubah. Ia pun memprediksi bahwa pekerjaan di bidang tertentu akan segera tak diminati lagi. Seperti pekerjaan sopir karena pabrikan mobil tengah merancang mobil yang bisa berkendara sendiri.
"Nanti semua diprogram. Ini sudah bukan akan. Hati-hati mengenai seperti ini kalau tidak diantisipasi kita akan tertinggal," bebernya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menceritakan pengalamannya empat tahun lalu saat disopiri Putra Mahkota Uni Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al-Nahyan. Dalam perbincangan di mobil itu, Mohammed menyampaikan ke Jokowi bahwa negara yang cepat akan memenangkan persaingan.
"Beliau kebetulan cerita bagiaman tahun 60-an bahwa Dubai itu masih pakai Onta. Begitu tahun 1985 semua sudah pakai Mercy semua kita masih pakai Kijang. Saya tanya kuncinya apa, kuncinya kecepatan. Sering saya sampaikan tidak ada lagi negara besar menguasai dunia tapi negara cepat. Negara cepat akan menguasai negara lambat," tukas Jokowi.
(Edi Hidayat)