Karena itu, Rabiatul berharap dengan rentetan keberhasilan ini dan merujuk hasil riset Bappenas ini, agar pembangunan pertanian ke depan dapat berkelanjutan dalam periode berikutnya, Kementan minimal harus dinakhodai oleh pemimpin seperti saat ini. Tidak hanya sekedar teori, tapi hasil nyatanya jelas memberikan kemaslahatan seluruh umat.
“Jika hal di atas terjadi, bukan sesuatu yang mustahil jika pertumbuhan ekonomi 7 persen dapat diwujudkan dan nilai gini ratio Indonesia semakin mengecil. Apalagi pengurusan izin ekspor dan apapun di Kementan saat ini sudah berbasis online dan satu pintu. Kemajuan bisnis pertanian pun saat ini patut apresiasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Keuangan Negara dan Analisis Moneter, Bappenas, Boediastoeti Ontowirjo mengatakan program Kementan berhasil memacu pertumbuhan ekonomi di daerah lewat belanja alat mesin pertanian (alsintan) dan input produksi. Belanja ini dilakukan oleh Kementerian Pertanian yang dipimpin Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
"Dalam perencanaan ke depan, belanja barang yang produktif dapat menjadi terobosan ketimbang belanja modal untuk diterapkan di semua kementerian dan lembaga, sehingga belanjanya lebih kualitatif yakni menumbuhkan perekonomian sektoral daerah dan mengatasi ketimpangan daerah," jelasnya.
(Risna Nur Rahayu)