Napi Kabur saat Sorong Ricuh, Pengelolaan Keamaan Lapas Dipertanyakan

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Rabu 21 Agustus 2019 20:58 WIB
ilustrasi
Share :

JAKARTA - Beberapa narapidana (Napi) di Lapas Sorong, Papua Barat melarikan diri saat terjadinya demonstrasi berujung kericuhan di wilayah tersebut. Hal itu menimbulkan pertanyaan soal kinerja dari Dirjen Pas Kemenkumham dalam mengelola keamanan di Lapas.

Pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah menilai dengan adanya kejadian itu Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly harusnya menegur dan memanggil Dirjen PAS. Karena menurutnya, masalah di dalam lapas dan rutan bukan yang pertama kali dan sesuatu yang berulang-ulang.

"Meski begitu tidak ada langkah apapun. Dan ini sudah terjadi untrust atau ketidakpercayaan di dalam pengelolaan di dalam lapas itu sendiri dan kepemimpinan sudah tidak ada lagi kepercayaan," kata Trubus saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Apalagi, ketika kejadian itu terjadi, Sri Puguh Utami justru pergi ke Australia. Menurut Trubus, seharusnya kepergiannya dalam kunjungan kerja di Negeri Kanguru itu dibatalkan.

"Harusnya kepergiannya ke Australia bisa pulang secepatnya atau dibatalkan kepergiannya itu. Karena ini kan menyangkut tugasnya," ujar dia.

Dikatakan Trubus, dengan langkah yang diambil Dirjen PAS, menunjukan bahwa dia tidak merasa sebagai bagian dari pembenahan sistem itu sendiri. Padahal, atas kerusuhan yang terjadi di Sorong, Papua, membuat beberapa narapidana melarikan diri.

"Dari hal itu, berarti memang di lingkungan itu sendiri telah terjadi situasi yang kurang kondusif," ujar dia.

Baca Juga: BIN Kantongi Aktor Intelektual Kerusuhan Papua

Di sisi lain, Trubus berpandangan harus ada pergantian secepatnya untuk menyelesaikan masalah yang ada. Menurutnya, sebagai pejabat yang berwenang, seharusnya berani mundur dari jabatannya karena selama ini dinilai gagal dalam melakukan revitalisasi lapas.

"Apalagi sebelumnya Dirjen PAS pernah berucap siap mundur bila gagal merevitalisasi lapas," tutur dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya