2 Warga Tewas di Deiyai Papua Kena Panah KKB, Bukan Tertembak Peluru TNI-Polri

Muhamad Rizky, Jurnalis
Kamis 29 Agustus 2019 12:47 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Putera/Okezone)
Share :

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan dua warga sipil yang tewas dalam unjuk rasa anarkis di Deiyai, Papua, Rabu 29 Agustus kemarin, karena terkena anak panah dari kelompok yang menyusup ke massa aksi, bukan tertembak peluru aparat keamanan yang mengawal demo.

"TNI-Polri tidak pernah gunakan panah. Panah ini berasal dari belakang dari kelompok penyerang," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Tito menjelaskan, kekuatan panah untuk menyerang hanya berjarak 100 meter, itu pun harus ditarik dalam kekuatan maksimal, jika tidak maka hanya menyentuh 50 meter jaraknya.

Dalam kasus ini, lanjut Tito, korban terkena panah diperkirakan dari jarak 50 meter sehingga mengenai teman sendiri.

 

Menurut Tito, massa yang melakukan serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Paniai, Papua. Mereka bersembunyi di antara massa aksi. "Dan (KKB) melakukan penyerangan kepada petugas," paparnya.

Melihat adanya serangan, petugas yang tengah berjaga di lokasi kemudian membela diri dengan menggunakan peluru karet.

Baca juga: 2 Warga Sipil Tewas dalam Demo Rusuh di Deiyai Papua

Namun, ada enam anggota TNI-Polri menjadi korban. Seorang prajurit TNI meninggal dunia.

Baca juga: Amankan Demo di Papua, 1 TNI Tewas dan 5 Polisi Terluka Kena Panah

"Dia (anggota TNI meninggal) sedang menjaga kendaraan, menjaga senjata yang di simpan. Kemudian dilukai, dibacok dan kena panah, senjatanya dirampas," ungkapnya.

Berikutnya lima polisi juga terluka kena panah.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya