JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan sudah 6.000 personel Polri-TNI dikirim ke Papua dan Papua Barat menyusul adanya kerusuhan saat demo protes tindakan diskriminasi dan penghinaan ras Papua dalam dua pekan terakhir. Tito mengklaim keamanaan di dua provinsi itu sudah relatif aman.
"Papua sudah relatif aman ya pasukan dari Polri maupun TNI yang sudah turun ke Papua dan Papua Barat itu lebih hampir 6.000," kata Tito di sela perayaan HUT ke 71 Polisi Wanita di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/9/2019).
Menurutnya ke 6.000 pasukan itu disebar di sejumlah titik seperti di Manokwari, Sorong, Paniai Deiyai, Nabire, Fakfak. Tito menambahkan, pihaknya juga masih menyiapkan beberapa personel yang siap untuk ditugaskan ke Papua dan Papua Barat.
"Tapi kita standby kan juga pesawat dari Polri maupun TNI termasuk heli kalau seandainya diperlukan," ujar Tito.
Demo berlangsung anarkis di Manokwari, Papua Barat (Istimewa)
Menurut Tito situasi kondusif di Papua dan Papua Barat tercipta juga berkat dari upaya pemerintah daerah setempat, Polri dan TNI yang terus berkomunikasi dan melakukan pendekatan persuasif ke masyarakat.
Baca juga: Pemerintah Harusnya Hukum Pelaku Rasis, Bukan Kirim Pasukan Tambahan ke Papua
Kemudian terjalinnya komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, seperti tokoh masyarakat, pendeta, kata Tito, merupakan strategi yang paling jitu dewasa ini guna meredam situasi panas di Tanah Cenderawasih.
Baca juga: Polri Tambah 1.200 Pasukan ke Papua dan Papua Barat
"Nah sekarang situasi apa jauh lebih kondusif sekarang tahap rekonstruksi, Wakil Gubernur Papua bersama Pangdam dan Kapolda sudah banyak melakukan dialog dengan kedua belah pihak yang ada di situ," tutup Tito.
(Salman Mardira)