JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan ada pihak yang berupaya untuk merusak hubungan harmonis warga Papua dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bamsoet memimta generasi muda Papua menyadari hal ini.
Bamsoet mendorong generasi muda Papua untuk segera memulihkan kembali semangat membangun daerahnya. Sentimen positif bagi pembangunan berkelanjutan di Papua telah dimulai oleh Presiden Jokowi, dan generasi muda Papua dipanggil untuk menjaga dan merawat sentimen positif itu.
Selain itu, Bamsoet juga meminta generasi muda Papua menyudahi kemarahan, serta memulai kegiatan yang produktif dan positif. Mereka juga didorong untuk memulihkan dinamika ruang publik sebagai tempat perjumpaan warga.
"Kegiatan pada semua fasilitas publik seperti bangunan kantor pemerintah hendaknya dimulai lagi agar fungsi-fungsi pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan sebagaimana mestinya," ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (1/9/2019).
Politikus Golkar itu memahami jika orang muda Papua marah karena perlakuan tidak etis sekelompok orang terhadap mahasiswa asal Papua di Malang, Surabaya dan semarang. Namun, kemarahan itu hendaknya tidak berlarut-larut.
"Kemarahan itu hendaknya diekspresikan melalui pernyataan keberatan atau laporan kepada pihak berwajib. Hindari tindakan atau aksi anarkis yang pada gilirannya hanya akan merugikan warga setempat dan semua warga Papua," jelas dia.
Baca Juga: Wiranto Bersyukur Suasana Papua Sudah Kondusif
Bamsoet menuturkan, sebagai bagian tak terpisah dari NKRI, komitmen negara-bangsa membangun Papua tak akan pernah berkesudahan. Tak hanya membangun infrastruktur, melainkan juga membangun dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi generasi milenial di Papua.
"Sudah terbukti bahwa sejak 2014, Presiden Jokowi telah mengakselerasi pembangunan di Papua. Lebih dari itu, Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana bahkan sudah berulangkali melakukan kunjungan kerja ke Tanah Papua untuk melihat langsung progres pembangunan sejumlah infrastruktur, menyapa serta berdialog dengan warga Papua," ucapnya.