Sudiono memastikan, aksi yang digelar di depan Istana tanpa tekanan dan ini dilakukan berdasarkan panggilan jiwa sebagai bangsa Indonesia. Di sisi lain, ia juga mendorong agar pelaku rasial di Surabaya untuk diproses hukum.
"Kami dari pemuda Indonesia mempertanyakan ke mana Negara dan meminta kepada Presiden Jokowi untuk lebih jeli menangani kasus raisalisme di Surabaya. Hukum harus ditegakkan," tuturnya.
Sementara Kapolsek Metro Gambir Kompol Wiraga Dimas Tama mengatakan, mengerahkan ratusan aparat keamanan untuk mengawal aksi tersebut. Aksi berjalan tertib dan tak mengakibatkan kemacetan lalu lintas karena dilakukan di dalam Taman Pandang Monas.
"Sekitar 150 personel polisi diturunkan dalam menjaga aksi ini. Massa diimbau tertib dan menjaga aturan yang berlaku," katanya.
Baca Juga: Wiranto Sebut Penebalan Pasukan TNI-Polri di Papua untuk Lindungi Masyarakat
(Arief Setyadi )