Kementan Optimis Target Luas Tambah Tanam Padi di Sumut Tercapai

, Jurnalis
Rabu 04 September 2019 09:52 WIB
Foto: dok.Humas Kementan
Share :

MEDAN - Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), Dahler mengatakan pada periode Oktober 2018 – September 2019, beberapa babupaten di wilayahnya masih belum sanggup mencapai target tanam yang ditargetkan. Beberapa daerah tersebut yakni Kabupaten Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, dan Labuhan Batu Utara, padahal semua wilayah ini sudah mendapat bantuan benih.

“Ada beberapa kabupaten yang masih belum melaporkan pertanaman dari bantuan benih yang telah diberikan kepada petani. Untuk itu, kami akan mendatanya secara cermat agar tidak ada lagi data yang tercecer," ujar Dahler dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Program Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) bersama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) di Medan, Senin (2/9/2019).

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sarwo Edhy, selaku Penanggung Jawab UPSUS Provinsi Sumut mengatakan Tim UPSUS di bawah komandonya merasa optimis akan mencapai target yang telah ditetapkan. Kekurangan target dipastikan terkejar pada September ini.

“Kita mempunyai potensi padi gogo sebesar 172.900 ha dan pertanaman regular sebesar 150.000 ha, sehingga diharapkan target tersebut bisa terpenuhi dari lahan padi gogo dan lahan padi sawah di Provinsi Sumatera Utara," ujarnya.

Sementara Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Pertanian, Gatot Irianto yang juga bertindak selaku Ketua Tim Supervisi UPSUS Pajale, Sergap dan Serasi Kementan meminta agar jangan sampai ada data yang belum terlaporkan oleh petugas UPSUS. Oleh karena itu sebaiknya segera disisir dan diinput oleh petugas data, sehingga tidak ada selisih data yang terlalu besar antara periode saat ini dengan tahun sebelumnya.

“Tolong dicek lagi pertanaman yang masih ada di lapangan, standing crop pertanaman bulan Mei-Juni. Petugas Dinas kabupaten dan kota saya minta aktif mengecek pertanaman di lapangan, sehingga penyampaian data sesuai dengan yang kondisi yang ada di lapangan,” tutur Gatot.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut, M. Juwaini menambahkan, untuk percepatan luas tambah tanam agar dilakukan juga validasi capaian luas tambah tanam Mei-Agustus 2019 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

“Validasi tersebut dilakukan pada laporan bulan per bulan tanam untuk mencari selisih angka, sehingga dapat diketahui pada bulan-bulan mana saja, angka luas tambah tanam dapat dikejar," katanya.

Adapun Rakor tersebut dihadiri juga oleh Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamilz, jajaran Bidang/UPT Lingkup Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara, dan lain-lain.(ADV)

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya