BANYUWANGI - Beredarnya cerita KKN Desa Penari yang viral di media sosial yang identik dengan Kabupaten Banyuwangi, dianggap beberapa masyarakat sebagai suatu cerita fiktif alias tak nyata.
Seorang budayawan lokal Banyuwangi, Moh. Syaiful beranggapan bila beberapa angel dari cerita di KKN Desa Penari yang viral merupakan suatu karangan belaka.
"Kalau lihat setting lokasinya memang seperti di Bayu, tapi kalau melihat alur ceritanya yang runtut sekali itu seperti novel. Beberapa ceritanya juga tidak pernah dengar," ungkap Syaiful, saat ditanya Okezone.
Bahkan dari alur cerita dari penulis akun @SimpleM81378523 yang menyatakan KKN itu terjadi pada tahun 2009, Syaiful juga tak pernah mendengar peristiwa tersebut kala itu.
"Kalau melihat setting waktunya pada 2009 memang saya tidak pernah dengar. Kalau ada pun pasti saya dengar, bahkan rentang waktu 2009 hingga 2019 tidak ada peristiwa seperti yang ada di cerita yang viral itu," lanjutnya
Sementara itu warga Banyuwangi, Benni Indo menyebut bila cerita KKN di Desa Penari yang viral itu hanyalah seperti karya sastra belaka yang diawali dari cerita fiksi. Cerita itu kemudian dibumbui dengan kisah - kisah horor dari suatu wilayah yang identik dengan Banyuwangi.
"Selama ini tidak banyak cerita fiksi horor diolah seperti KKN Penari ini. Penulis juga berhasil membawa sebuah cerita yang berbeda, terutama kesan horornya," ucap Benni.
Ia pun beranggapan bahwa cerita itu bisa populer lantaran menyebar melalui media sosial twitter yang dengan mudah terbaca banyak orang, tanpa mengetahui kebenaran cerita tersebut.
"Namanya karya sastra ya sedikit atau banyak ada perpaduan imajinasi penulis yang kemudian ditulis di media sosial. Itu hanya sebuah kisah viral," lanjutnya.
Keraguan akan kebenaran cerita KKN Desa Penari yang identik dengan Banyuwangi juga diungkapkan warga lokal Banyuwangi, Muchlas Abi Yoga. Menurutnya, bila kebenaran cerita ini masih dianggap fifty - fifty, ia beranggapan bila memang ada kejadian yang sampai menewaskan dua orang saat KKN bisa berdampak besar bagi daerah.
"Ya meskipun kejadiannya sudah lama terjadinya, tapi harusnya kan berdampak besar buat dseeha yang bersangkutan. Dan saya melihat di 2009 itu tidak ada pemberitaan yang masif akan peristiwa, ya meskipun itu ditutupi, tapi mestinya tidak ada yang tidak dengar. Tapi nyatanya di Banyuwangi sendiri tidak pernah ada yang dengar cerita itu," tegasnya.