"İndonesia sudah menunjuk 12 kota untuk membangun alat pengolah sampah menjadi listrik, tetapi kan kita butuh dana investasi yang besar, bisa jadi triliunan, jadi kita belum bisa menerapkan hal ini ke seluruh wilayah İndonesia" kata Vivien.
Vivien berharap dengan adanya gerakan Ayo Pilah Sampah Daur Ulang ini dapat membantu industri daur ulang untuk mendapatkan investasi bahan baku dari pembuatan daur ulang sendiri yang akan menjadi sirkular ekonomi yang baik.
“Selain itu pemerintah juga mentargetkan İndonesia bersih sampah pada tahun 2025 dengan 30 persen pengurangan dan 70 persen penanganan,”pungkasnya. (ADV)
(Fahmi Firdaus )