Kota Lama Semarang Sebentar Lagi Bebas Kendaraan Usai Direvitalisasi

Taufik Budi, Jurnalis
Sabtu 21 September 2019 14:09 WIB
Menapaki Kota Lama Berjuluk Little Netherland, Kawasan Kota Tua di Semarang, Jawa Tengah (foto: iNews/Taufik Budi)
Share :

SEMARANG - Kawasan Little Netherland Kota Lama Semarang kian cantik usai revitalisasi tahap I. Pengunjung berdatangan dari berbagai daerah untuk menyaksikan sekaligus berselfie dengan latar belakang kemegahan gedung-gedung kuno bergaya Eropa.

”Komplain terbesar pasca revitalisasi ini adalah dari masyarakat yang datang ke sini untuk berwisata dengan kendaraan bermotor. Ada yang mengeluh tidak dapat parkir, kalau dapat parkir tarif cukup memberatkan,” ungkap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

 

"Selain itu dari wisatawan yang berjalan-jalan di kawasan Little Netherland ini juga banyak yang merasa terganggu dengan lalu lalang kendaraan, sehingga rasanya perlu untuk diberlakukan Car Free Zone agar lebih nyaman," terang pria yang akrab disapa Hendi tersebut.

"Maka dari itu tantangan besarnya dua untuk membangun kegiatan pariwisata yang berkelanjutan di kawasan Kota Lama ini, yaitu bagaimana pengunjung mudah mendapatkan parkir, dan wisatawan juga dapat berwisata nyaman dengan jalan kaki," tambahnya.

Untuk menjawab tantangan itu, pihaknya berupaya menyiapkan lima kantong parkir untuk menunjang aktivitas pariwisata Kota Lama Little Netherland. "Dalam rencana saya sudah ada 4, yaitu di depan Satlantas, depan Sendowo, bekas PTP, dan bekas Damri. Untuk 1 titik lagi masih dicari yang paling memungkinkan," terang Hendi.

"Kalau saya lihat dari time line kerjanya, mungkin sekitar awal tahun 2020 sudah bisa diterapkan konsep Car Free Zone di sini," tegasnya.

 

Secara detail Hendi menjelaskan nantinya sejumlah kantong parkir yang disiapkan untuk Kota Lama Little Netherland akan dikelola secara resmi oleh Pemerintah Kota Semarang. Dengan pengelolaan langsung oleh jajarannya di Pemerintah Kota Semarang dimaksudnya agar nantinya tarif parkir tidak dapat berlaku sesuai perda, sehingga tidak memberatkan wisatawan.

"Lalu bagaimana dengan sedulur-sedulur yang memarkiri sekarang? Akan direkrut oleh Pemerintah Kota Semarang dan digaji untuk membantu dalam pengelolaan kantong-kantor parkir tersebut nantinya," jawabnya.

Hendi pun menyebut keterlibatan warga, pemilik gedung, dan investor adalah roh dari Kota Lama agar dapat hidup kembali. “Kota Lama kita revitalisasi harus dengan rohnya juga. Rohnya apa? Ya aktivitas usaha ekonomi dan kegiatan sosial masyarakat yang ada di dalamnya,” tandas dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya