JAKARTA - Dialog merupakan cara damai untuk mencari solusi bersama persoalan yang dihadapi oleh Papua baik terkait soal pembangunan, ekonomi, sosial, budaya, maupun politik.
Wasekjen Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP PRD), Rudi Hartono mengaku pihaknya mendorong hal paling mendasar yakni dialog seluas-luasnya untuk memperbaiki masalah Papua.
"Kami berbicara dengan konsep dewan rakyat Papua, karena ini salah satu persoalan politik, karena orang Papua tidak memiliki ruang politiknya," ungkap Rudi saat diskusi publik bertema "Gus Dur Resolusi dan Penyelesaian Papua" di Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2019).
Baca juga: Kapolri: Pemicu Kerusuhan di Wamena karena Kesalahpahaman 'Keras' Jadi 'Kera'
Dikatakannya, nantinya Dewan Rakyat Papua dianggap bisa mengubah kehidupan rakyat Papua agar lebih di hormati lagi di negerinya sendiri.
"Nantinya bisa merubah rakyat Papua tidak lagi dianggap sebagai anak tiri di dalam rumah Indonesia," sambungnya.
Dijelaskannya, pihaknya akan mengadopsi sebuah gagasan yaitu Nasionalisme teritorial yaitu hanya melihat Indonesia hanya dari wilayah, cara pandang seperti ini harus dirubah, jika tidak di rubah dalam konteks Papua negara tidak akan serius dalam membangun kehidupan manusia di Papua.
Baca juga: Istana Prihatin 26 Orang Tewas Akibat Kerusuhan di Wamena Papua
"Bagi kami apa yang bisa kita ambil dari Gus Dur bahwa pendekatan kemanusiaan, atau dialog pendekatan hati itu justru itu lebih menyentuh orang-orang Papua," jelasnya.