TANGERANG- Keluarga belum mendapat informasi apapun terkait penangkapan Sony Santoso, terduga perencana kerusuhan pada aksi Mujahid 212. Bahkan, keluarga mengetahui perihal penangkapan Sony dari informasi di media massa.
"Kami keluarga tidak tahu apa-apa soal penangkapan ayah. Saya sendiri tahu bahwa ayah saya ditangkap dari teman saya, baru saya cari tahu beritanya" ujar Abdul Hakim, putra pertama Sony Santoso saat ditemui di rumahnya, Perumahan Cipodoh Makmur, Tangerang, Senin (30/9/2019).
Baca Juga: Ditangkap Polisi, Sony Santoso Pernah Jadi Caleg hingga Tugas di Kemenko Polhukam
Bahkan, hingga saat ini Abdul Hakim tidak bisa berkomunikasi dengan ayahnya. Pihak kepolisian juga tidak memberikan kabar terkait kondisi Sony Santoso saat ini.
"Sampai sekarang belum ada kabar dari polisi. Saya tidak tahu ayah sekarang ditahan di mana. Katanya sih di Polda, tapi ya tidak tahu juga karena polisi belum menghubungi sampai sekarang," ujarnya.
Mengenai tindakan yang akan dilakukan oleh keluarga, Abdul Hakim mengaku belum tahu akan melakukan apa. Keluarga memutuskan untuk menunggu kabar dari polisi mengenai kasus yang menimpa Sony Santoso.
"Belum tahu ya, kami menunggu kabar dari polisi. Kami bingung juga kan mau bertindak apa, kalau sudah ada kabar dari kepolisian baru kami akan menghubungi pengacara untuk mendampingi ayah" ujar Abdul Hakim.
Selain itu Abdul Hakim membenarkan bahwa polisi sudah menggeledah rumah ayahnya yang berada di Perumahan Taman Royal 2. Namun, polisi tidak menemukan barang bukti apapun. Hanya ada berkas-berkas milik ayahnya yang kemungkinan sudah diperiksa oleh polisi.
"Saya semalam sudah cek kesana memang benar sudah digeledah. Tapi kan tidak ditemukan bukti apa-apa. Disana memang banyak berkas ayah dan adik saya, sepertinya sudah diperiksa polisi karena posisinya sudah tidak di tempatnya" ucap Abdul Hakim.
Sementara Warga di Perumahan Taman Royal 2 mengaku tidak percaya atas penangkapan Sony Santoso. Menurut dia, Sony dikenal sebagai sosok yang terbuka dan mudah bergaul, bahkan salah satu tokoh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
"Kami sebagai tetangga masih tidak menyangka Pak Sony akan bikin kerusuhan seperti itu. Karena beliau itu bisa dibilang sosok yang dituakan di sini. Orangnya juga ramah dan terbuka," ujar Heri, Ketua RT 07/RW 16, Perumahan Taman Royal 2, Tangerang.
Baca Juga: Dosen Jadi Pemimpin Komando untuk Merusuh di Aksi Mujahid 212
Heri juga mengatakan meskipun rumah tersebut bukan rumah utama Sony, namun perlilakunya jauh dari ciri-ciri orang yang suka berbuat onar. Apalagi rumah tersebut berada di depan pintu masuk perumahan. Sony juga terbuka terhadap siapapun yang berkunjung ke rumahnya.
"Memang beliau tidak setiap hari di sini, tapi rumah itu terbuka buat siapa saja, satpam kadang suka ikut numpang ke kamar mandi. Ya wajar-wajar saja tingkah lakunya tidak ada yang mencurigakan, sering menyapa warga di sini juga, ramah lah beliau itu," tutur Heri.
Namun, Heri mengaku tidak tahu bagaimana Sony ditangkap. Heri mendapat kabar tersebut dari warga yang tinggal di sebelah rumah Soni. Sebab, saat itu dirinya sedang berada di luar kota.
"Kalau soal penangkapan, saya waktu itu tidak ada di tempat karena posisi saya waktu itu ada di Bogor. Saya tahu dari warga di sebelah rumahnya," ujar Heri.
Sebelumnya, Sony Santoso diamankan oleh polisi pada Sabtu, 28 Agustus 2019 karena diduga merencanakan kerusuhan pada Aksi Mujahid 212. Hingga saat ini keluarga juga belum mendapat kabar mengenai kondisi dan tempat penahanan Sony Santoso.
(Fiddy Anggriawan )