"Banyak hal positif yang bisa kita tangkap dari keragaman kalau kita mampu menyikapinya dengan kearifan. Jadi, buku ini sebenarnya dalam rangka untuk mewujudkan hal-hal seperti itu," katanya.
Di tengah masyarakat yang kompleks dalam menafsirkan agama, Lukman tak menutup kemungkinan terdapatnya fanatisme. Ia menilai fanatik terhadap agama jika tidak ditopang dengan wawasan, dan ilmu keagamaan yang cukup maka akan menyalahkan pihak-pihak yang berbeda.
"Sehingga ketika dia melihat adanya perbedaan dari pihak lain, lalu dengan cepat dan mudah menyalah-nyalahkan pihak yang tidak sama dengan dirinya, bahkan tidak hanya menyalah-nyalahkan, tapi juga mengafir-kafirkan," ucap Lukman.
"Yang tentu ini akan menimbulkan konflik sengketa di tengah-tengah masyarakat. Jadi hal-hal seperti ini yang harus kita antisipasi, sehingga cara kita beragama harus dengan kearifan dengan cara moderat," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)