Waktu di penjara tidak membuatnya bertaubat dan pada 1980-an ia semakin terkenal sebagai 'perampok Kamis' setelah merampok bank sebelum waktu tutup pada hari Kamis. Pria tua itu mengatakan kepada pengadilan bulan ini bahwa ia menemukan penjara lebih baik sebagai sistem pendidikan daripada tempat untuk memperbaiki perilakunya.
Jauernik baru-baru ini mulai bekerja sebagai penjaga pintu malam tetapi kembali merampok bank, dengan senjata di tangannya, karena ia merasa uang pensiunnya 'menyedihkan'.
Dalam pembacaan hukuman, Hakim Woitas mengatakan sepertinya hukuman penjara tidak akan mengubah si penjahat.
"Kami yakin Anda masih akan berpikir bahwa merampok bank dan mengancam orang adalah perbuatan yang sah dalam waktu 12 tahun," katanya. Jauernik sekarang kemungkinan akan menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.
(Rahman Asmardika)