"Kan banyak Islam radikal itu. Saya kira karena menafsirkan agamanya itu salah. Nah, mungkin, mungkin Pak Jokowi melihat saya bisa membantu menciptakan suasana damai dan membangun persatuan," ujarnya.
Pensiunan jendral bintang empat itu akan langsung mempelajari pendekatan-pendekatan yang akan dilakukannya untuk mencegah radikalisme menyebar luas. Ia pun berjanji akan merangkul semua pihak dan tokoh agama demi mencegah radikalisme.
Baca Juga : Respons PBNU Terkait Menag Era Jokowi-Ma'ruf Diisi Bukan Orang NU
"Saya bukan menteri agama Islam, saya Menteri Agama RI yang di dalamnya ada lima agama," ujar Fachrul.