Oleh sebab itu, peran orangtua dalam menerapkan pola asuh yang benar terhadap anak sangat diperlukan. Dalam hal ini, Rio mengungkapkan kalau peran orangtua yang lemah yang menyebabkan anak-anak kecanduan gadget.
"Kalau saya masih berpandangan hal yang mendasar adalah pola asuh yang semakin lemah di orangtua. Orangtua cuma bisa membatasi gadget tapi enggak bisa ngasih subsitusinya apa," terang Rio.
"Sedangkan dunia anak memang dunia bermain, mereka bermain, dan mereka enggak punya pilihan, mau apalagi?" tambahnya.
Ia pun dapat menyimpulkan kalau kasus kecanduan terhadap gadget hingga menyebabkan anak-anak dilarikan ke rumah sakit jiwa merupakan tamparan untuk semua keluarga, terutama orangtua.
"Kasus ini adalah tamparan untuk semua keluarga di Indonesia," ungkap Rio.
Maka dari itu, Rio berharap para orangtua tak hanya mencegah atau melarang anak-anaknya menggunakan gadget, namun juga menyediakan waktu untuk anak-anaknya agar bisa bermain, dan mendengarkan keluh kesah.
"Ini adalah tanda bahwa ayah harus segera pulang ke rumah, ibu harus segera pulang ke rumah. Sekarang era digital, era kapitalisme, semua orangtua sibuk cari uang," paparnya.
"Ninggalin anak-anaknya, sibuk membiayai semua cicilan-cicilannya, sehingga anak baru mau cerita sama ibunya dibilang bawel," tutup Rio.
(Khafid Mardiyansyah)