TANGERANG SELATAN – Sinyal dukungan yang diberikan Wali Kota Airin Rachmi Diany kepada wakilnya, Benyamin Davnie, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menuai penolakan massa pendukung.
Airin yang juga menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangsel dianggap mengedepankan kepentingan pribadi ketimbang kaderisasi partai ke depan.
"Sinyal dukungan itu membuat soliditas internal partai terganggu, pasti terganggu. Karena mereka berharap ada ruang yang diberikan lebih dulu kepada kader internal, ketimbang calon dari luar partai," tutur Tomi Patria Edwardy, Ketua Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Tangsel kepada Okezone, di Ciputat, Minggu (27/10/2019).
Menurut Tomi, dia masih mengingat penegasan Airin di hadapan kader-kader Partai Golkar beberapa waktu silam. Disebutkan, jika dalam kontestasi Pilkada akan lebih memprioritaskan kader partai untuk maju bersaing.
"Karena Ibu Airin sebagai Ketua Golkar pernah menyampaikan bahwa Golkar akan mengusung kader internal terbaik untuk maju (Pilkada), itu harus dibuktikan," ucap Tomy, yang juga tengah maju sebagai calon Wali Kota Tangsel.
Bahkan, dikatakan Tomy, dirinya akan membuat surat permohonan kepada DPD Golkar Kota Tangsel, Provinsi Banten, hingga DPP Partai Golkar, agar memberi ruang bagi kader untuk maju bersaing dalam perhelatan Pilkada.
"Saya sebagai Ketua AMPI akan bersurat hingga tingkat DPP soal pencalonan dari internal partai. Karena kalau dibiarkan tiba-tiba mendukung calon dari luar, bisa membuat suara Golkar terbelah nanti," katanya.
Diketahui, beberapa waktu lalu Airin pernah melontarkan sinyal dukungan kepada Wakil Wali Kota Benyamin Davnie untuk menjadi penerusnya di kursi Tangsel 1. Bahkan tak hanya itu, pada banyak agenda resmi Airin selalu mendorong Benyamin tampil mewakilinya.