TANGERANG SELATAN – Putri Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah mengungkap kontribusi besar kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dalam setiap pembangunan. Menurutnya pembangunan tak mesti dalam bentuk fisik, namun juga konsep pemikiran maupun gagasan.
Sebagai kader, Nur Azizah menjelaskan bagaimana kalangan Nahdiyin ikut serta bersinergi mengawal terciptanya pemerintahan yang baik. Kata dia, pemikiran-pemikiran NU dalam berbagai bidang telah menjelma di semua segmen kemasyarakatan dan birokrasi.
"NU punya peran besar sekali. Peran mereka untuk mendorong dan mendukung pemerintahan daerah khususnya Tangerang Selatan, saya lihat cukup besar," katanya saat berbincang dengan Okezone di kawasan Serpong, Tangsel, Kamis (31/10/2019) malam.
Dia membeberkan beberapa contoh, misalnya dalam dunia pendidikan di Kota Tangsel, NU telah proaktif menularkan nilai-nilai religiusitas melalui pondok-pondok pesantren. Upaya itu sangat berpengaruh, karena mampu membendung pemahaman radikal yang masuk dalam doktrin pendidikan agama.
"Misalnya pondok pesantren, kan punya peran di dalam memberikan, ikut serta memberikan dorongan terhadap pendidikan yang ada di Tangsel, khususnya pendidikan agama. Kan Tangsel ini dikenal sebagai kota yang religius. Tentunya NU sangat berperan besar, agar nilai-nilai religius ada di Tangsel, ada banyak Ponpes, majelis taklim, yang memang digagas oleh NU," ucapnya.
Sebagai gambaran, nilai-nilai keagaman yang ditularkan kalangan pesantren dan kiai NU lebih diterima masyarakat luas, dan menjadi inspirasi pengetahuan keagamaan dan sumber-sumber kajian akademik di tengah teror gejala intoleransi.
Sebagai fondasinya, NU memiliki 3 pilar utama, yakni Nahdlatul Wathan atau Gerakan Cinta Tanah air, Tashwirul Afkar atau Gerakan Intelektual, serta Nahdlatut Tujjar atau Gerakan Ekonomi. Ketiganya menjadi bagian terpenting dalam perjalanan NU pembangunan bangsa.
Siti Nur Azizah telah menyatakan maju dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangsel tahun 2020. Di antara bentuk komunikasi politik yang dijalaninya adalah dengan mengikuti penjaringan di berbagai partai politik (parpol).
"Harapannya pasti pada partai-partai yang memiliki legitimasi besar, legitimasi yang kuat agar saya bisa maju. Sehingga peluang itu, kecil atau besar ya kita lakukan," ungkapnya.
Karena merupakan kader NU, Azizah berkeyakinan jika kalangan Nahdiyin di Kota Tangsel bulat mendukungnya maju dalam pencalonan.
Dukungan itu, menurut dia, bukan dalam konteks politik, melainkan dukungan sebagai sesama kader yang tampil memimpin dalam hal apapun.
"Karena saya memang kader Nahdilyin, tentu respons dari teman Nahdliyin lebih cair. Komunikasi ini sudah kami gali. Kami sudah memutuskan untuk ikut dalam tahap persiapan mengikuti kontestasi ini. Kami sudah membangun komunikasi itu. Insya Allah (NU) mendukung ya," ujarnya.
Baca Juga : Sinyal Dukungan Airin ke Benyamin di Pilkada Tangsel Disebut Bisa Buat Golkar Terbelah
"Karena NU kan sangat mendukung kadernya yang maju menjadi apapun. Dukungannya bukan karena konteks politiknya, tapi mendukung NU-nya untuk bisa memberi manfaat dan bisa membuat khususnya Tangsel ini, dan juga umat Nahdiyin di Tangsel lebih maju lagi dan lebih baik lagi," tuturnya.
Baca Juga : Putri Ma'ruf Amin Ungkap 3 Hal Penting Syarat Maju Pilkada Tangsel
(Erha Aprili Ramadhoni)