TANGERANG - Bagi warga Tangerang, istilah jawara sudah tidak asing lagi didengar. Para jawara ini mudah ditemukan di daerah perbatasan antara Jakarta dan Tangerang. Kampung-kampung di bagian timur Kota Tangerang menyimpan banyak kisah jawara di jaman pra-kemerdekaan. Salah satunya ada di kampung Belendung, kecamatan Benda kota Tangerang.
Adalah Haji Kilin yang terkenal karena melindungi warga kampung dari bahaya kala itu. Bersama tiga saudaranya yang lain yaitu Haji Mumin, Haji Mursan, dan Haji Kuding, mereka bersatu menjaga keamanan kampung, serta melawan penjajah yang akan memasuki perbatasan kampung. Ke empatnya pandai mengeluarkan jurus-jurus silat yang juga dibarengi dengan amalan ilmu agama yang mumpuni.
Seperti dituturkan oleh Syafi'i salah satu pemilik sanggar silat betawi di Kampung Belendung, nama Haji Kilin dan ketiga saudaranya sudah melegenda di kampung tersebut. Mereka berempat adalah tokoh ulama yang sangat disegani kala itu, keahliannya serta pendalamannya terhadap ilmu agama membuat siapa pun akan tunduk saat berhadapan dengan mereka.
"Beliau berempat itu sebutannya udah kiai, bisa dibilang tokoh ulama lah. Nah, mereka ini yang dulu menjaga kampung. Bukan hanya jurus silat, tapi bacaan zikir dan doanya juga tidak main-main dan memang basis mereka lebih ke agama dibanding persilatan," ujar pria yang kerap disapa Ncing Pi'ih ini.
Menurut cerita yang beredar, Haji Kilin dan ketiga saudaranya mampu menaklukan musuh yang menggunakan ilmu hitam. Biasanya orang-orang yang menyimpan ilmu hitam ini adalah para bajing loncat yang kerap mengganggu keamanan kampung dengan mencuri dan merampas barang warga di malam hari.
Tak hanya itu, Syafi'i juga bercerita banyak orang yang datang untuk berguru kepadanya. Haji Kilin dan ketiga saudaranya memang dikenal juga sebagai guru agama. Murid-muridnya juga banyak yang mahir mengeluarkan jurus-jurus silat. Muridnya inilah yang kemudian mendirikan padepokan silat betawi di kampung Belendung.
"Dulu muridnya banyak, buat belajar ilmu agama. Beliau memang tidak mengajarkan ilmu silat, tapi muridnya banyak yang bisa silat dan bikin padepokan" ujar Syafi'i.