Sebelum menjabat wakil wali kota, MH Thamrin sudah lebih dulu mengawali karir perjuangannya dengan menjadi anggota Gemeenteraad atau Dewan Kota (DPRD). Karena pergaulannya yang cukup luas di kalangan elitis, MH Thamrin dapat menjadi dewan kota dan banyak memperjuangkan nasib orang-orang Betawi.
Tak sampai disitu, karir Thamrin kembali mengudara setelah bergabung dengan Volksraad atau Dewan Rakyat pada 1927. Thamrin bekerja di dewan rakyat bersama dengan tokoh pergerakan nasional lainnya sepeeti, HOS Cokroaminoto dan Haji Agus Salim.
Budayawan Betawi, Yahya Andi Saputra menceritakan bahwa MH Thamrin banyak berkontribusi untuk tanah kelahirannya. Pengorbanan MH Thamrin yang sampai saat ini masih dirasakan oleh masyarakat lokal Ibu Kota yakni perjuangan untuk membuat perkumpulan Betawi dan memperbaiki kampung-kampung di Jakarta.
Bahkan, kata Yahya, Thamrin salah satu jawara lokal yang berani memperjuangkan kesejahteraan rakyat betawi dengan menghapus sistem kerja paksa pada zaman penjajahan.
"Thamrin berjuang secara kooperatif. Oleh sebab itu dia jadi anggota Volksraad. Perbaikan kampung dan pendidikan bagi pribumi, itu yang paling mencolok dari perjuangan Thamrin. Juga perjuangan dia menghapus poenale sactie (kerja paksa diperkebunan)," kata Yahya saat dihubungi Okezone.
Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Abraham Lunggana (Haji Lulung) mengaku banyak terinspirasi oleh sosok MH Thamrin. Lulung mengamini bahwa MH Thamrin banyak memberikan kehidupan dan kejayaan untuk masyarakat Betawi.
"Ini kan sosok yang punya integritas, pengalamannya juga, kita lihat gimana MH Thamrin bisa jadi pahlawan nasional. Perjuangan dia kan dimulai dari pendidikan," kata Haji Lulung dihubungi secara terpisah.