Manuver Paloh Dinilai Bentuk Kekecewaan Terkait Posisi Jaksa Agung dan Bergabungnya Gerindra

Fahreza Rizky, Jurnalis
Senin 11 November 2019 09:08 WIB
Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, saat berpidato di Kongres II Partai Nasdem yang digelar di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11/2019). (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)
Share :

JAKARTA – Manuver politik Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dinilai sebagai bentuk kekecewaan kepada Presiden Jokowi dan PDI Perjuangan terkait posisi Jaksa Agung.

Sebelumnya, posisi Jaksa Agung diisi HM Prasetyo, mantan kader Partai Nasdem. Lalu menyeruak isu bahwa posisi tersebut bakal diisi oleh kalangan profesional. Tetapi, faktanya jabatan Jaksa Agung diduduki adik dari politikus PDI Perjuangan, meskipun ia profesional.

Hal itu dikatakan pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin melalui keterangan pers tertulisnya kepada Okezone, Senin (11/11/2019).

"Nasdem kecewa ke Jokowi dan PDIP. Kekecewaan itu yang menjadikan Nasdem bermanuver. Jokowi dianggap Nasdem tak konsisten. Katanya Jaksa Agung akan diisi oleh profesional, tapi faktanya Jaksa Agung yang tadinya kader Nasem diambil alih dan diberikan ke PDIP. Kita tahu Jaksa Agung saat ini adiknya TB Hasanudin, politikus PDIP," kata Ujang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya