JAKARTA – Pemilihan ketua umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) pada 4-6 Desember 2019 diharapkan bisa berjalan lancar dan berlangsung secara musyawarah mufakat. Pemilihan figur ketua umum dengan musyawarah dinilai lebih baik dan efisien ketimbang lewat voting.
Terkait hal itu, Ketua DPD I Partai Golkar Bali, Gede Sumarjaya Linggih, menilai Airlangga Hartarto berpeluang terpilih kembali menjadi ketua umum jika melihat dinamika saat ini. Itu karena, menurutnya, Airlangga menjadi figur yang paling siap.
Ia memprediksi hasil Munas Golkar nanti bisa ditentukan dengan musyawarah mufakat. Ia mengatakan, hal ini bisa terjadi jika hanya Airlangga yang mendapat dukungan kuat dari DPD dan ormas pemilik suara di munas.
"Saya melihat Airlangga sudah mengumpulkan lebih dari 90% suara anggota. Bahkan Bali 100% ke beliau. Kalau melihat komposisi itu ya artinya sudah lebih 70% ke salah satu calon. Makanya sesuai AD/ART ya harus musyawarah mufakat," katanya dalam keterangannya, Selasa (12/11/2019).
Ia mengatakan, usai penyelenggaraan munas, hal yang terpenting ialah membangun Golkar jangan sampai ada konflik yang mengganggu kesolidan partai. Karena itu, ia menilai musyarawah mufakat dalam munas tidak menjadi persoalan.
Menurutnya, musyawarah mufakat lebih baik ketimbang harus berkompetisi lewat voting atau pemilihan suara. Cara ini dinilai justru tak efisien karena memakan energi, waktu, dan dana.
"Lebih baik kita satukan energi kita untuk membangun Golkar bersama-sama. Ini semua demi kepentingan Golkar ke depan," kata Gede Sumarjaya.
Selain itu, ia menambahkan, jika munas dapat dicapai dengan musyawarah mufakat, konsolidasi dalam partai akan menjadi lebih baik.
Baca Juga : Bamsoet Belum Putuskan Maju atau Tidak di Munas Golkar
Sekadar diketahui, Golkar akan menyelenggarakan Munas pada 4-6 Desember 2019 untuk menentukan ketua umum periode mendatang. Sejauh ini, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo menjadi kandidat kuat ketum Golkar.
Baca Juga : Airlangga Akan Mengakomodir Loyalis Bamsoet di Munas Golkar
(Erha Aprili Ramadhoni)