Sementara Bamsoet, menurutnya, berbanding terbalik dengan Airlangga. Ia menilai Bamsoet adalah seorang pemimpin yang inklusif atau terbuka. "Bamsoet dalam situasi politik sangat dinamis, lebih adaptif ketimbang Airlangga. Bahkan pergaulan Bamsoet itu lebih mengakar," ucapnya.
Dia berharap Munas Golkar dapat melahirkan pemimpin yang lebih inklusif, karena demokrasi Indonesia semakin berkembang dan maju.
"Tentunya dinamika politik ke depan akan semakin dinamis dan lebih terbuka lagi," ucapnya.
Perlu diketahui, Partai Golkar akan melaksanakan Munas pada 4-6 Desember 2019 di Jakarta.
(Qur'anul Hidayat)