MEDAN – Pada Kamis pagi ini Mapolrestabes Medan sudah dibuka kembali usai ledakan bom bunuh diri kemarin. Penjagaan ketat masih dilakukan personel kepolisian kepada masyarakat yang hendak masuk ke kantor kepolisian tersebut.
Pemeriksaan berlapis dilakukan petugas di gerbang masuk. Pengunjung diminta mengeluarkan dan membongkar seluruh isi tasnya, menaruh barang-barang tersebut di atas sebuah meja. Setelah itu, petugas memeriksa barang yang melekat di badan.
Baca juga: Ledakan di Mapolrestabes Medan: Dekat Loket SKCK hingga Bom Pinggang
"Ini kan karena aksi kemarin. Demi keamanan saya pikir tidak apa-apa," kata Kristina Nainggolan, warga Medan yang hendak membuat SKCK di Mapolrestabes Medan, Kamis (14/11/2019), sebagaimana dinukil dari iNews.id.
Kondisi Mapolrestabes Medan pagi ini usai ledakan bom bunuh diri kemarin. (Foto: Stepanus Purba/iNews.id)
Sebagaimana diketahui, halaman di dekat Kantin Mapolrestabes Medan menjadi tempat kejadian perkara (TKP) teror bom bunuh diri itu. Meski tidak ada garis pembatas polisi, kondisi usai ledakan bom masih terasa di sekitar lokasi tersebut.
Tiga kendaraan dinas milik Polrestabes Medan dan satu mobil sitaan rusak parah akibat ledakan bom bunuh diri itu. Cat semprot putih di aspal jalan menjadi tanda bekas olah TKP, menggambarkan lokasi dan posisi pelaku tewas setelah meledakan diri.
Baca juga: Pengamat Intelijen Duga Bom Bunuh Diri di Medan Dipicu Kematian Al Baghdadi
Aksi teror bom bunuh diri ini berada di dekat Kantin Bagian Operasional dan Kantor Satuan Intelkam yang juga ruangan layanan pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).
Agar bisa masuk ke Mapolrestabes Medan, pelaku beralasan kepada petugas ingin membuat SKCK. Dia pun berjalan ke lokasi ruangan pelayanan tersebut dan meledakan dirinya.
(Hantoro)