JAKARTA - Politikus senior Partai Golkar yang juga Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan, Aziz Syamsuddin, mengatakan musyawarah mufakat daam mengambil keputussan bukan sesuatu yang aneh dan baru untuk masyarakat Indonesia maupun dalam kehidupan berpolitik negeri ini.
Keutamaan musyawarah dan mufakat sebagai bagian kehidupan berdemokrasi, kata Azis, diwujudkan dalam sila keempat dari Pancasila yang berbunyi "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyarawatan Perwakilan".
"Terkandung nilai pentingnya mengutamakan musyawarah untuk mengambil keputusan, musyawarah untuk mufakat. Saya pribadi selalu mengutamakan azas musyawarah mufakat juga dalam kehidupan berpolitik sebagai anggota DPR. Kita bisa sebut itu lobi-lobi, atau pendekatan-pendekatan," kata Aziz Syamsuddin, Kamis (14/11/2019).
Mantan Ketua Banggar dan Anggota Komisi III DPR ini mengatakan esensi musyawarah mufakat sudah sangat melekat dengan bangsa Indonesia sehingga apapun bentuknya, meski akhirnya harus voting, musyawarah mufakat itu selalu digunakan di setiap kegiatan.
Baca Juga : Tim Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris di Jateng
"Kita harus selalu mengedepakan musyawarah mufakat," kata Aziz Syamsuddin.
Diketahui, musyawarah dan mufakat kembali mengemuka menjelang kelangsungan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang digelar 4-6 Desember mendatang di Jakarta.