Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca, BMKG, Miming Saepudin pun telah mengeluarkan imbauan selama musim pancaroba terdapat beberapa ancaman, seperti puting beliung hingga hujan es. Periode memasuki musim hujan itu dinamakan musim transisi atau pancaroba.
"Potensi yang dapat terjadi banjir, petir, tanah longsor, kemudian puting beliung juga mesti diwaspadai," ucap Miming.
Rentetan Daerah Diterjang Fenomena Hidrometeorologi
Sejumlah daerah sudah mulai diterjang fenomena tersebut, catatan pada November 2019 saja, sudah terjadi di Demak, Jawa Tengah, tiga rumah ambruk disapu angin puting beliung, dan pohon-pohon bertumbangan.
Di Desa Ngaren, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tujuh rumah ambruk diterjang puting beliung, dan puluhan lainnya rusak. Warga harus rela kehilangan harta bendanya, mulai dari sepeda motor hingga barang-barang elektronik.
Pada 9 November, ribuan rumah rusak karena angin puting beliung di Bojonegoro, Jawa Timur yang menerjang disertai hujan deras.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mencatat 1.378 rumah rusak dengan kategori yang berbeda tersebar di 12 kecamatan.
Rumah rusak berat (RB) 33 unit, rusak sedang (RS) 180 dan rusak ringan (RR) hingga 1.165. Kerusakan infrastruktur lain, ada 7 unit fasilitas sosial dan pendidikan.
Puting beliung terus menerjang kali ini 12 desa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah warga rusak dan roboh, pada 11 November 2019. Rinciannya, 12 rumah rusak berat, 3 rumah rusak ringan, 12 rumah rusak sedang, dan 11 tempat usaha juga mengalami kerusakan.
Serupa menerjang Grobogan, Jawa Tengah pada 14 November. Ada 400 rumah di kawasan Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon rusak diterjang puting beliung, dan dua di antaranya ambruk. Beruntung warganya dapat diselamatkan.