Virus Korona China Menyebar, Bagaimana Indonesia Mencegah

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 22 Januari 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 21 18 2156238 virus-korona-china-menyebar-bagaimana-indonesia-mencegah-LxH8iTvcUE.jpg Petugas rumah sakit di Wuhan, China membawa pasien diduga terinfeksi virus korona jenis baru. (Foto/Reuters)

EMPAT ORANG MENINGGAL karena terinfeksi virus korona jenis baru yang dilaporkan berasal dari Kota Wuhan, Hubei, China.

Laporan awal mengenai virus korona dikonfirmasi pada Desember 2019 di Wuhan. Saat itu, sekira 40 orang sudah terinfeksi. Mereka yang terinfeksi merupakan pedagang dan pengunjung pasar makanan laut di kota tersebut.

Angka pasien yang terjangkit virus korona melonjak cepat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Selasa 21 januari 2020, pasien yang terinfeksi virus korona meningkat menjadi 218 pasien.

Otoritas kesehatan nasional dan lokal di China melaporkan, virus korona telah menyebar ke Beijing, Shanghai, dan Shenzen. Termasuk karyawan medis yang merawat pasien terjangkit virus Wuhan.

Foto/Reuters

Virus korona juga meluas ke luar China. Dilaporkan dua kasus di Thailand, 1 orang di Jepang, 1 di Korea Selatan dan 1 pria di Australia. Mereka yang terjangkit dilaporkan baru mengunjungi kota Wuhan.

Diduga lebih 1.000 Kasus

Malansir BBC, sebuah laporan Pusat MRC untuk Analisis Penyakit Menular Global dari Imperial College London memperkirakan ada lebih dari 1.700 kasus virus Wuhan.

Baca juga: 7 Hal yang Harus Anda Tahu soal Virus Korona

Baca juga: Kenali Gejala Awal Pneumonia Wuhan yang Disebabkan Virus Korona Baru

Namun Gabriel Leung dekan fakultas kedokteran University of Hong Kong, memprediksi jumlah kasus virus korona mendekati 1.300.

Foto/Reuters

Otoritas kesehatan China dan WHO menyatakan viru korona Wuhan bisa menular antarmanusia. Namun WHO belum memberlakukan imbauan perdagangan atau perjalanan ke China.

Apa virus Wuhan

Virus korona Wuhan merupakan jenis virus korona lainnya, seperti Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

SARS yang disebabkan virus korona, menjangkiti 8.098 orang di China pada 2002-2003. Tercatat 774 orang meninggal dunia akibat virus tersebut.

Virus Wuhan dan virus SARS memiliki gejala yang mirip. Pasien yang diduga terinfeksi virus akan mengalami demam tinggi, batuk, sesak pernapasan hingga bisa menyebabkan kematian.

Sejumlah negara memperketat bandara serta menyaring individu yang baru tiba dari China, khususnya Wuhan.

Foto/Reuters

Singapura dan Hong Kong melakukan screening terhadap penumpang pesawat yang terbang dari Wuhan, China.

Pihak berwenang Amerika Serikat juga melakukan screening di Bandara San Fransisco, New York, dan Los Angeles dengan sasaran para penumpang yang menggunakan penerbangan langsung atau terhubung dengan Wuhan. 

Di China, petugas medis memeriksa satu per satu penumpang pesawat dari Wuhan dengan alat yang diduga termometer digital. Alat tersebut diharapkan mampu mengetahui siapa siapa dari penumpang di pesawat tersebut yang sedang demam.

Pasang pemindai khusus

Kepala Kantor Kesehatan (KKP) Kelas I Bandara Soetta, Anas Ma'ruf mengatakan, pihaknya telah mengoperasikan alat pemindai suhu tubuh (thermal scanner) selama 24 jam. Selain itu sejumlah petugas juga telah ditempatkan di Terminal 3 dan Terminal 2F dengan alat pemindai khusus.

Selain memasang thermal scanner, pemerintah mewajibkan pengunjung yang masuk bandara atau pelabuhan di Indonesia untuk mengisi kartu skrining khusus. Hal ini dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan pneumonia yang masuk ke Indonesia. 

Kartu yang disebut dengan Health Alert Card (HAC) berisi biodata pengunjung. Ada juga keterangan saat mereka masuk ke Indonesia, serta pesawat apa yang mereka gunakan. Khususnya pada pengunjung yang datang dari China ke Indonesia, yang menjadi tempat penyebaran pneumonia.

Sementara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengimbau kepada warga negara Indonesia (WNI) yang berencana melakukan perjalanan ke China untuk menghindari tempat dan kota asal virus, dan tidak kontak fisik dengan orang yang sedang dalam kondisi batuk, demam dan sesak panas.

Belum ada vaksin

WHO mengirim arahan ke rumah sakit di seluruh dunia tentang pencegahan dan pengendalian infeksi. Mereka juga akan menggelar rapat pada 22 Januari untuk menilai apakah wabah itu merupakan keadaan darurat dunia.

Organisasi berbasi di Jenewa, Swiss itu mengatakan sumber hewan tampaknya paling mungkin menjadi sumber utama wabah.

Hingga saat ini belum ada ada vaksin untuk virus Wuhan.

WHO juga akan melakukan pertemuan untuk menilai apakah wabah virus Wuhan merupakan keadaan darurat kesehatan internasional, dan tindakan apa yang harus diambil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini