Babak Final Pemakzulan Trump Akhirnya Dimulai

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 23 Januari 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 22 18 2156824 babak-final-pemakzulan-trump-akhirnya-dimulai-c8QeYU62hy.jpg Foto: Reuters.

PERSIDANGAN untuk memakzulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya benar-benar dimulai di Senat pada Selasa, 21 Januari, setelah melalui berbagai tahapan sejak proses pemakzulan bergulir pada akhir tahun lalu.

Dengan dimulainya persidangan itu, Trump menjadi presiden ketiga yang menjalaninya sepanjang sejarah Negeri Paman Sam. Persidangan ini akan menentukan apakah akan mendakwa Trump dan mencopotnya dari jabatannya sebagai presiden atau menyatakan dirinya tak bersalah.

BACA JUGA: Trump Menjadi Presiden Ketiga yang Menjalani Sidang Pemakzulan Sepanjang Sejarah AS

Proses persidangan pemakzulan dimulai pada awal Kamis pekan lalu, 16 Januari 2020, saat Ketua DPR AS, Nancy Pelosi menyerahkan dua pasal pemakzulan Trump kepada Senat, dan mengumumkan tim manajer pemakzulan yang beranggotakan tujuh anggota DPR dari Partai Demokrat.

Tim manajer pemakzulan akan bertugas sebagai jaksa penuntut selama persidangan di Senat berlangsung.

Foto: Reuters.

"Hari ini kita akan membuat sejarah. Ketika para manajer berjalan di aula, kita akan melewati ambang batas dalam sejarah - mengantarkan pasal-pasal pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat karena penyalahgunaan kekuasaan dan penghalangan DPR," kata Pelosi saat itu.

Pasal pemakzulan Trump diterima oleh Pimpinan Mayoritas Senat, Mitch McConnell untuk kemudian ditunjukkan dan dibacakan kepada Senat. Di hari yang sama, 100 anggota Senat AS disumpah sebagai juri dalam persidangan pemakzulan terhadap Trump.

McConnell mengumumkan bahwa persidangan akan dimulai pada 21 Januari 2020.

Beberapa hari menjelang persidangan kedua kubu, pendukung dan penentang pemakzulan Trump telah terlibat dalam “perang kata-kata” di media massa, menyampaikan argumen mereka masing-masing.

Kubu pendukung pemakzulan menyatakan bahwa Trump telah melakukan kesalahan yang dicantumkan dalam dua pasal pemakzulannya: penyalahgunaan kekuasaan dan penghalangan terhadap Kongres.

Trump dituduh mendesak Presiden Ukraina untuk menggelar penyelidikan yang akan menguntungkannya secara politik dengan menahan dana bantuan militer AS senilai jutaan dolar dan menunda pertemuan Presiden Ukraina di Gedung Putih yang sudah diagendakan. Keduanya digunakan sebagai posisi tawar menawar.

Dia juga dituduh menghalangi upaya penyelidikan Kongres AS setelah Gedung Putih menolak mengizinkan staf memberikan kesaksian dalam sidang pemakzulan fase pertama tahun lalu.

Sidang akan memutuskan bersalah atau tidaknya Trump atas dua dakwaan tersebut. Dibutuhkan dua pertiga suara dari 100 anggota Senat yang menjadi juri untuk menyatakan Trump bersalah dan melengserkannya dari jabatannya.

Sebelum Trump, dua presiden AS terdahulu, Andrew Jackson dan Bill Clinton telah menghadapi sidang pemakzulan mereka di Senat.

Presiden Jackson disidang pada 1868 karena pemecatan Edwin Stanton, menteri perang saat itu, yang berperan dalam menentang serangan rasis terhadap budak. Sementara Clinton disidang pada 1998 setelah dituduh bersumpah palsu terkait hubungan gelapnya dengan staf magang Gedung Putih, Monica Lewinsky.

BACA JUGA: 100 Anggota Senat AS Disumpah Jadi Juri di Sidang Pemakzulan Trump

Kedua presiden itu dibebaskan dari tuduhan terhadap mereka dalam persidangan pemakzulan.

Hari pertama sidang pemakzulan Trump telah memunculkan perdebatan dengan pemblokiran upaya manajer pemakzulan untuk menghadirkan dokumen dan saksi-saksi dalam persidangan, yang bagi banyak orang memperlihatkan tanda-tanda awal proses persidangan yang akan menguntungkan Trump.

Sidang akan berjalan enam hari dalam seminggu dari Senin hingga Sabtu dan diperkirakan akan berlangsung setidaknya sampai akhir Januari, baru akan ada keputusan final. Apakah Trump akan selamat?

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini