Hasil yang diperoleh dari survei yang dilakukan oleh IPO sejak 30 Oktober hingga 2 November 2019 menunjukkan Tito Karnavian menduduki posisi tiga terbawah sebagai orang yang dianggap kurang pas menduduki posisi Mendagri.
Padahal survei tersebut hanya melibatkan 800 responden untuk mendapatkan pertanyaan soal kecocokan antara tokoh dengan kursi menteri yang didudukinya.
Jumlah responden dan menggunakan metode purposive sampling dalam penarikan sampel, terlihat hasil survei dinilai tak representatif dan tidak mewakili keseluruhan masyarakat Indonesia. "Tak hanya itu, sampel yang digunakan juga tidak dicantumkan memiliki latar belakang tertentu yang dianggap memahami betul manajemen pemerintahan," kata Bahtiar.
(Angkasa Yudhistira)